Mimpi pun tak ada yang sempurna.

Mimpipun tak ada yang sempurna.Kadang awal-akhir-pertengahannya adalah sesuatu yang Menyedihkan, menyeramkan.,menakutkan
Mimpipun tak ada yang sempurna. Berisi keindahan yang dicitakan namun menbingungkan .Kadang membuat kita menjadi seseorang  selain diri kita sendiri.Bahkan kenyataan bisa menjadi suatu mimpi.Atau mimpi itu menjadi suatu kenyataan.Atau kenyataan bisa menjadi suatu mimpi saat kita sadar, dan tanpa sadar kita berada dalam mimpi, lalu tanpa sadar pula kita berada dalam suatu kenyataan.

Kadang kita tak ingin terbangun kala sedang bermimpi, dan hidup sebagaimana mimpi indah kita masing-masing. Dan saat mimpi itu terlalu pahit ‘tuk menjadi suatu kenyataan kita pun memutuskan ‘tuk kembali pada kenyataan. Padahal sebagaimanapun indah atau pahitnya, itulah hidup yang harus dijalani dan nikmati.

Hingga kitapun merasa egois, karena apa yang kita harafkan. Hal  itulah yang kita inginkan tuk dijalani. Kita lupa kitapun hidup diantara keinginan serta mimpi orang  lain. Dan belum tentu sejalan dengan apa yang kita harafkan. Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan hal itu demi apa yang kita mimpikan. Ada satu pengorbanan dan usaha yang harus kita lalui tuk mendapatkan mimpi-mimpi yang kita idamkan. Butuh suatu kerelaan serta keikhlasan yang tulus tuk berbagi arti dari suatu mimpi yang sama-sama diidamkan, begitulah prosesnya hingga kita bisa menikmatinya dengan penuh kebesaran hati. Karena bumi itu satu dan manusia lebih dari satu, jelas dari awalnyapun kita memang harus slalu berbagi dan kompromi. Kompromi dengan sesame kita, mahkluk lain, bahkan lingkungan kita.

Tidak ada tempat tuk keegoisan seseorang dalam memiliki mimpinya, perlu ketulusan cinta yang ikhlas. Yang dapat memberikan sedikit kerendahan hati tuk mendapatkan kebahagian. Serta Dengan sgala ketenangan dan kedamaian hati tuk berbagi bagi tuk hal yang paling sepele yang terpikirkan oleh kita,hingga hal kecil yang terpenting yang sering terlewati.
Dan bila kita menuruti apa kehendak ego kita, dan mengorbankan  hal lain disekitar kita. Maka rasa bersalah lah yang terlahir muncul diujung kebahagian atau kesenangan yang kita peroleh. Hingga takkan sekejappun yang tersisa dari  keberhasilan yang kita peroleh, yang dapat kita nikmati dengan  utuh.

Karena kita belum tentu tahu dan saat emosi menguasai diri kita dan merusak mimpi kita yang terindah menjadi suatu neraka kecil di dunia kita. Dan kala itu tak terlihat oleh kita, warna atau corak apa yang meliputi hidup kita. Hingga kadang kita tak sadar bahwa jika apa yang kita inginkan menjadi suatu kenyataan, seolah-olah hal itu mimpi disiang bolong. Lalu kita melewatkannya begitu saja tanpa menikmatinya karena kita tak mampu mengendalikan ..perasaan…nafsu.atau ego kita.

Akhirnya kita sadar bagaimana kita bisa melewati hidup kita dengan indah dan menyenangkan. Dengan menganggap segala  sesuatu itu menjadi suatu hal yang biasa, tak berlebihan dan mengalir begitu adanya tanpa suatu keharusan dan standar ataupun batasan-batasan dari suatu keinginan yang menggebu akan arti dari suatu kenyatan hidup yang terindah yang bisa kita milikki dan raih. Karena dalam Mimpipun tak ada hal yang sempurna, tuk  kita lalui. Hingga kadang kita lupa yang terimpikan bahkan berusaha tuk melupakannya. Dan ingatlah slalu mungkin hidup kita di dunia terbatas,tapi dunia bukan satu-satunya tempat yang kita kenal.dan dunia bukan tempat terakhir yang akan kita tempati.

Fri, 10 Jul 2009 @15:15


1 Komentar
image

Wed, 1 Jun 2011 @22:56

Skyu

Mungkinkah kita kejar mimpi kita hingga mendekati sempurna..?? asal kita berusaha pasti kita bisa mewujudkannya.. Terima kasih buat inspirasinya ya pak Abandi.. Salam.. ~Skyu~

0(^_^)0 Mari Berkarya..


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+7+2

Copyright © 2018 wangsakarsa · All Rights Reserved
powered by sitekno